Kuburan massal itu diperkirakan menjadi tempat persemayaman jasad-jasad para migran dari Myanmar dan Bangladesh. Mengingat wilayah tersebut kerap kali digunakan untuk melakukan penyelundupan manusia, terutama dari Myanmar.
"Ada 32 tempat yang terlihat seperti kuburan dan enath ada satu atau sejumlah jasad di dalam kuburan tersebut, kami hanya perlu menunggu dan melihat," jelas juru bicara polisi Nasional Letnan Jenderal Prawut Thawornsiri kepada kantor berita
AFP.
Sejumlah kuburan telah digali dan ditemukan sejumlah jasad yang belum jelas identitasnya.
Sementara itu di lokasi yang sama pihak kepolisian Thailand juga menemukan seorang pria yang sakit dan sesosok mayat di dekatnnya. Prawut memperkirakan bahwa pelaku perdagangan manusia telah meninggalkan orang-orang sakit tersebut dua hari yang lalu dan terus bergerak ke perbatasan.
Pria sakit itu pun segera dilarikan ke rumah sakit dan telah berada dalam kondisi stabil.
Penemuan kuburan massal tersebut, seperti dimuat
BBC, bermula dari laporan warga setempat yang mecurigai daerah tersebut.
Kepolisian Thailand sendiri akan terus melakukan penggalian kuburan massal itu dalam beberapa hari ke depan dan jasad-jasad yang ditemukan akan dilarikan ke rumah sakit untuk keperluan otopsi.
[mel]
BERITA TERKAIT: