Kedatangan Kerry ke Sri Lanka itu bertujuan untuk memberikan dukungan Amerika Serikat kepada presiden yang baru terpilih Maithripala Sirisena. Ini adalah kali pertama kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ke Sri Lanka dalam kurun waktu satu dekade terakhir.
Perlu diketahui, hubungan bilateral Amerika Serikat dan Sri Lanka sempat tidak harmonis akibat masalah kejahatan hak asasi manusia saat Sri Lanka dipimpin oleh Mahinda Rajapaksa.
Menurut keterangan pejabat senior Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat kepada
Reuters, kunjungan Kerry ke Sri Lanka akan fokus membawa agenda mendukung upaya Sirisena untuk memajukan demokrasi dan menegakkan hak asasi manusia, serta memberantas korupsi dan meluncurkan proses rekonsiliasi nasional di Sri Lanka.
Bukan hanya itu, Kerry juga rencananya akan membahas soal perdagangan dan investasidi Sri Lanka.
Diketahui, Sri Lanka merupakan negara yang mengekspor sekitar 2.5 miliar barang ke Amerika Serikat pada tahun lalu.
Sebagai informasi, Sirisena berhasil mengalahkan Rajapaksa dalam pemilihan umum Januari lalu dengan dukungan dariminoritas Tamil dan Muslim. Sirinesa mengakhiri kepemimpinan satu dekade Rajapaksa yang dinilai kritikus memiliki kasus pelanggaran HAM dan nepotisme serta korupsi.
[mel]
BERITA TERKAIT: