Menurut laporan media Jerman, seperti dimuat
BBC (Jumat, 1/5), badan intelijen Jerman, BND telah mengumpulkan data perusahaan-perusahaan Eropa atas perintah Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA).
Menanggapi laporan tersebut, pihak Airbus sebagai salah satu perusahaan raksasa Eropa mengaku khawatir, Namun demikian, pihak Airbus masih enggan berspekulasi dan memilih untuk meminta informasi lebih lanjut dari pemerintah Jerman.
"Kami menyadari bahwa perusahaan-perusahaan besar di sektor ini, seperti kita, adalah target spionase," begitu bunyi pernyataan tersebut.
Kebocoran dokumen rahasia BND itu sendiri diperkirakan dilakukan untuk memeriksa apakah perusahaan-perusahaan Eropa melanggar embargo perdagangan setelah adanya permintaan dari NSA.
Airbus sendiri disebut-sebut sebagai salah satu perusahaan yang ditargetkan dalam aksi spionasi. Diduga, BND melakukan spionase melalui online, telepon, dan komunikasi lainnya untuk mengumpulkan informasi.
[mel]
BERITA TERKAIT: