Update: Gempa Nepal Dikhawatirkan Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Sabtu, 25 April 2015, 22:12 WIB
<i>Update</i>: Gempa Nepal Dikhawatirkan Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang
rmol news logo Gempa bumi berkekuatan besar yang menghantam Nepal dan sejumlah negara di kawasan itu diperkirakan menewaskan lebih dari 1.000 jiwa. Sejauh ini kawasan yang mengalami rusak paling parah adalah wilayah di sekitar ibukota Nepal, Kathmandu dan kota Pokhara.

Menteri Informasi Nepal, Minendra Rijal, mengatakan bahwa gempa tersebut mengakibatkan kerusakan yang sangat parah.

US Geological Survey mencatat gempa yang terjadi Sabtu siang (25/4) sekitar pukul 13.00 waktu setempat, berkekuatan 7.8 magnitud. Getarannya juga dapat dirasakan di India, Bangladesh, Tibet dan Gunung Everest.

Kami membutuhkan bantuan dari berbagai lembaga internasional yang lebih memiliki pengetahuan dan perlengkapan untuk menghadapi situasi darurat ini,” ujarnya.

Jurubicara kepolisian kepada BBC mengatakan bahwa 970 orang telah dipastikan tewas, dan lebih dari 1.700 orang mengalami luka-luka. Setidaknya, 539 orang tewas di lembah Kathmandu.

Salah satu bangunan bersejarah Nepal, Menara Dharahara atau Menara Bhimsen setinggi 61 meter yang berada di pusat Sundhara juga hancur akibat gempa itu. Menara ini adalah salah satu peninggalan penting Nepal. Dharahara dibangun Perdana Menteri Nepal Bhimsen Thapa dan diakui UNESCO sebagai peninggalan penting dunia. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA