Produsen makanan laut terbesar ketiga di dunia itu diketahui diberikan kartu kuning oleh Uni Eropa pada Selasa (21/4) karena dinilai gagal menekan penangkapan ikan ilegal.
Komisi Uni Eropa memutuskan akan mengeluarkan kartu merah pada Thailand yang bisa beurjung pada pelarangan impor ikan bila Thailand gagal membersihkan industri perikanan ilegal dalam waktu enam bulan ke depan.
Menteri Pertanian Thailand Pitipong Puengbun Na Ayudhya pada Rabu (22/4) menjelaskan bahwa larangan bisa bisa merugikan negara hingga 30 miliar baht atau setara dengan 1.25 miliar dolar AS bila penjualan ke Eropa dilarang.
"Saya yakin bahwa sektor swasta kita, nelayan dan operator perikanan kita menyadari bahwa jika kita gagal untuk memecahkan masalah ini industri perikanan kita akan dihadapkan dengan beberapa masalah," katanya seperti dimuat
Asiaone.
Industri perikanan Thailand diketahui menyumbang 40 persen dari ekspor makanan negara dan merupakan andalan perekonomian. Thailand sendiri dikenal sebagai negara industri udang adalah terbesar di dunia.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: