Menurut laporan dari kelompok kampanye Global Witness, setidaknya ada 116 kematian di seluruh dunia pada tahun 2014 lalu. Termasuk 29 di antaranya terjadi di Brasil, 25 di Kolombia, dan 15 di Filipina.
Angka tersebut merupakan angka tertinggi sejak tahun 2002 lalu.
Bukan hanya pembunuhan, aktivis lingkungan juga mengahdapi penculikan dan ancaman lain karena ikut campur tangan dalam kepentingan perusahaan atau negara.
Lonjakan pembunuhan aktivis lingkungan tahun lalu itu terutama terkait program tenaga air.
Dalam laporan yang sama, seperti dimuat
BBC, Global Witness menyebut bahwa Honduras merupakan negara yang paling berbahaya bagi para aktivis lingkungan. Pasalnya, Honduras menerapkan hukum regresif terkait dengan lingkungan.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: