Bertemu Presiden Tiongkok, Jokowi Minta Fasilitas Bebas Visa bagi Wisatawan Indonesia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 27 Maret 2015, 07:43 WIB
Bertemu Presiden Tiongkok, Jokowi Minta Fasilitas Bebas Visa bagi Wisatawan Indonesia
Xi Jinping dan Jokowi
rmol news logo . Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meminta agar peringatan 65 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok, hendaknya dijadikan tonggak baru dalam hubungan lebih kuat di masa mendatang.

"Tiongkok merupakan teman dekat Indonesia, Tiongkok merupakan sahabat Indonesia, dan Tingkok dan Indonesia merupakan mitra strategis yang komprehensif yang saling melengkapi satu dengan yang lain," kata Jokowi saat memberikan keterangan pers bersama Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping seusai dilakukan pertemuan bilateral antar kedua Kepala Negara, di Balai Agung Rakyat (The Great Hall of People, Beijing, Tiongkok (Kamis malam, 26/3).

Menyinggung isu keamanan dunia, Jokowi menegaskan bahwa bersamaan dengan momentum 70 tahun berakhirnya perang dunia ke-2, Indonesia menyerukan penguatan tatanan dunia yang mengedepankan cara damai dalam penyelesaian masalah karena Indonesia dan Tiongkok telah belajar banyak dari akibat perang itu. "Sejarah mengajarkan bahwa perang tidak pernah menyelesaikan masalah," ujarnya.

Kepala Negara RI menambahkan bahwa dengan masih adanya penderitaan rakyat yang diakibatkan oleh penggunaan kekerasan perang dalam menyelesaikan permasalahan seperti di Iran, Suriah dan Libya, Indonesia menyerukan semua pihak untuk menjalankan norma-norma sebagaimana tercantum dalam piagam PBB dalam hubungan antar negara.

Terkait isu ekonomi, menurut Jokowi, saat ini terdapat perubahan geopolitik dan geoekonomi abad ke-21 yang seharusnya mengakui peran penting kekuatan baru ekonomi dunia seperti Tiongkok, Indonesia dan negara-negara lainnya.

Untuk itu Indonesia mendorong masyarakat Internasional untuk mendukung gagasan Asian Infrastructure Investment Bank yang diprakarsai oleh Tiongkok yang merupakan bagian penting dari tatanan aristektur keuangan internasional.

"Dalam kaitan ini, Indonesia siap memfasilitasi pembentukan kantor utama Asian Infrastructure Investment Bank di Indonesia sebagaimana yang telah saya sampaikan saat pertemuan bilateral dengan Presiden Xi Jinping pada bulan November yang lalu," kata Jokowi.

Sementara itu, dalam kontek bilateral, Jokowi mengungkapkan, Indonesia dan Tiongkok sepakat untuk melakukan kerjasama pemberantasan korupsi, meningkatkan kesejahteraan, dan kualitas hidup masyarakat kedua negara.

Selain itu, Indonesia mengharapkan agar beberapa target dalam hubungan Indonesia-Tiongkok dapat tercapai dalam tiga agenda ini. Yang pertama implementasi bilateral untuk currency swap agreement. Yang kedua target perdagangan 150 miliar dollar AS pada tahun 2020. Dan yang ketiga, jumlah kunjungan wisatawan kedua belah negara yang mencapai 10 juta pertahun.

"Dalam kaitan ini, saya telah meminta Pemerintah Tiongkok untuk memberikan fasilitas bebas visa bagi wisatawan Indonesia yang akan berkunjung ke Tiongkok sebagaimana Pemerintah Indonesia telah memberikan visa bebas untuk wisatawan Tiongkok yang akan bepergian ke Indonesia," ungkap Jokowi.

Menutup keterangan persnya seperti dilansir dari laman Setkab, Presiden Jokowi menyampaikan undangan kepada Presiden Xi Jinping untuk hadir di 60 tahun Konferensi Asia Afrika serta para pebisnis Tiongkok untuk berpartisipasi dalam Asia Afrika Business Summit dan East Asia World Economic Forum yang akan diselenggarakan di Jakarta, pada 21 April mendatang. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA