Seperti dikabarkan
BBC (Selasa, 24/3), Jolie menyebut, dirinya memilih untuk menjalani operasi pengangkatan dua organ penting wanita itu karena ia membawa gen yang memberinya resiko 50 persen terkena kanker ovarium.
Diketahui bahwa ibunda Jolie tutup usia dua tahun lalu akibat kanker yang diidapnya. Sang ibu diketahui memiliki mastektomi ganda.
Jolie memilih mengangkat ovarium dan tuba falopinya setelah hasil check-up menunjukkan bahwa ia mengalami tahap awal kanker ovarium. Dokter menyebut bahwa ia berpotensi terkena penyakit yang telah merenggut nyawa ibu, nenek, dan bibinya.
"Tidaklah mudah membuat keputusan ini," kata Jolie.
Penuturan Jolie itu sendiri tertuang dalam artikel yang dimuat New York Times. Dalam keterangannya, Jolie menyebut bahwa prosedur operasi yang dijalaninya tidak lebih kompleks ketimbang mastektomi.
"Tapi efeknya lebih parah. Operasi ini memaksa wanita untuk menopause terlebih dahulu," sambungnya utusan khusus PBB itu.
Untuk proses penyembuhan, Jolie akan mengambil pengganti hormon.
"Tidak mungkin memusnahkan semua resiko, dan kenyataanya saya masih rentang terkena kanker," kata Jolie.
"Saya akan mencari cara alami untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Saya merasa feminin, dan didasarkan pada pilihan saya membuat pilihan untuk diri sendiri dan keluarga saya," tandasnya.
[mel]