Menurut keterangan dari Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia pada Minggu (1/3), pembebasan itu diduga dilakukan dengan pertukaran sejumlah uang.
Seperti dimuat
BBC, penculikan itu sendiri dilakukan sekitar tanggal 23 Februari lalu ketika militan ISIS menyerang 12 desa. ISIS pun tak pandang bulu dalam menculik para sanderanya, mulai dari anak-anak, wanita, dan juga pria di desa-desa yang diserangnya.
19 orang dibebaskan oleh ISIS itu adalah 16 pria dan tiga orang wanita. Semuanya berasal dari desa Tal Ghoran. Mereka diangkut dengan bus dari kota Shaddadeh.
Dalam laporan yang sama ditemukan bahwa ada sekitar 50 orang lainnya yang dibebaskan karena faktor usia.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: