Di antara mereka ada juga anggota keluarga serta kerabat Nemstov.
Nemstov sendiri diketahui tewas tertembak oleh pihak dan motif yang belum diketahui saat berjalan pulang dari restoran pada Jumat malam (27/2).
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Namun sempat muncul asumsi bahwa bisa jadi pihak oposisi mungkin berada di balik aksi penembakan tersebut dalam upaya menciptakan perpecahan gerakan.
Namun puluhan ribu massa yang melakukan aksi unjuk rasa kemarin justu menyalahkan pemerintah atas kasus tersebut.
"Jika kita bisa menghentikan kampanye kebencian yang diarahkan pada oposisi, maka kita memiliki kesempatan untuk mengubah Rusia. Jika tidak, maka kita menghadapi prospek konflik sipil massal," kata seorang pemimpin oposisi Gennady Gudkov yang ikut dalam aksi tersebut seperti dimuat
Reuters.
Kendati sempat diguyur hujan, namun ribuan masa tersebut tetap melakukan aksinya. Mereka juga membawa bunga sebagai bentuk berkabung dan simpati terhadap kematian Nemstov.
Diketahui, Nemtsov yang berusia 55 tahun merupakan salah satu tokoh oposisi terkemuka Rusia yang kerap melontarkan kritik pedas terhadap pemerintaha Presiden Vladimir Putin.
[mel]
BERITA TERKAIT: