Karena itulah, tak heran bila pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyerukan agar para tentaranya memperkuat persiapan diri bila suatu saat menghadapi konfrontasi militer.
"Situasi yang berlaku di mana perang besar untuk reunifikasi nasional sudah dekat mengharuskan semua unit KPA (Tentara Rakyat Korea) menjadi unit penjaga agar sepenuhnya siap untuk perang politik dan ideologi, dalam teknik militer dan material," kata Kim Jong Un di Museum Perang Kemerdekaan Pyongyang pada hari ini (Sabtu, 28/2).
Perlu diketahui, Amerika Serikat dan Korea Selatan akan mulai melakukan latihan militer gabungan skala besar dengan melibatkan kapal perusak Aegis AS dan 10 kapal perang Korea Selatan. Latihan gabungan selama delapan minggu itu mengangkat tema Foal Eagle.
Seperti dimuat
Press TV dengan merujuk pada laporan kantor berita Korea Utara
KCNA, latihan tersebut akan mencakup semua unsur seperti darat, laut, dan udara dengan melibatkan sekitar 200 ribu pasukan Korea Selatan dan 3.700 pasukan AS.
Bukan hanya itu, kedua negara juga akan menggelar latihan bersama simulasi komputer yang dijuluki Key Resolve selama satu minggu.
[mel]
BERITA TERKAIT: