UEA Bantah Klaim Ukraina Soal Pasukan Perlatan Militer

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Sabtu, 28 Februari 2015, 09:59 WIB
UEA Bantah Klaim Ukraina Soal Pasukan Perlatan Militer
presiden ukraina di abu dhabi/net
rmol news logo Uni Emirat Arab (UEA) mematahkan klaim Ukraina soal pasokan peralatan militer.

Perlu diketahui, UEA dan Ukraina baru-baru ini telah menandatangani kesepakatan kerjasama teknologi pertahanan. Ukraina mengklaim bahwa hal itu akan disusul dengan pasokan peralatn militer dari UEA ke Ukraina. Namun demikian, UEA membantah klaim tersebut.

"Kesepakatan itu tidak menetapkan kontrak untuk mengirim persenjataan ke Ukraina," kata Penasihat Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed Al Nahyan.

Diketahui, UEA dan Ukraina menandatangani nota kesepahaman tentang kerjasama militer-teknis selama pameran pertahanan IDEX-2015 di Abu Dhabi awal pekan ini.

Setelah penandatanganan, penasihat Menteri Dalam Negeri Ukraina Arsen Avakov, Anton Gerashchenko, menulis di jejaring sosial bahwa kerjasama ini akan mencakup pasokan beberapa jenis senjata dan peralatan militer ke Ukraina oleh UAE.

Seperti dimuat Russia Today (Jumat, 27/2), Gerashchenko sendiri mengklaim bahwa pasokan senjata ke Ukraina akan menjadi semacam balas dendam kecil UEA ke Moskow karena UEA menyalahkan Rusia atas penurunan harga minyak. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA