Perpindahan massal itu terjadi menyusul dirilisnya sebuah video yang menunjukkan eksekusi massal 21 warga Mesir oleh kelompok militan ISIS di pesisir pantai di Libya.
Sejak saat itu, warga Mesir yang menetap di Libya merasa was was dan terancam, sehingga mereka lebih memilih untuk pulang ke tanah air.
Menurut keterangan dari Kementerian Luar Negeri Mesir pada Jumat (27/2), lebih dari 21 ribu warga Mesir kembali ke rumah mereka melalui penyebrangan perbatasan Libya-Mesir di Sallum. Sedangkan sekitar 4 ribu lainnya meninggalkan Libya dengan cara pergi ke Tunisia untuk kemudian menumpang pesawat yang telah disewa oleh pemerintah Kairo untuk mengevakuasi warganya.
Seperti dimuat
Press TV, Sebelumnya tercatat ada sekitar 1.5 juta warga Mesir yang bekeja dan menetap di Libya sebelum Rezim Moammar Gaddafi lengser tahun 2011 lalu. Namun sejak saat itu. jumlah warga Mesir di Libya menurun secara signifikan akibat masalah keamanan yang tidak stabil.
Masalah itu pun semakin memburuk dengan munuclnya ISIS di Libya. Hal itu semakin meningkatkan ancaman di Libya.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: