John Jihad sendiri merupakan julukan yang tenar diberikan kepada seorang militan ISIS yang kerap tampil menjadi eksekutor pemenggal sandera. Ia biasanya tampil dengan pakaian serba hitam dan menyembunyikan wajahnya dengan masker hitam, kecuali di bagian mata.
Sebelum melakukan eksekusi, John Jihad kerap kali menyamapaikan pesan ancaman, terutama kepada Amerika Serikat yang gencar melawan ISIS. Ketika berbicara, John Jihad terdengar amat fasih berbahsa Inggris dengan logat British yang kental.
Baru-baru ini, identitas di balik sosok John Jihad terungkap. Ia disebut-sebut adalah Mohammed Emwazi. Pria 27 tahun kelahiran Kuwait yang menetap di sebelah barat London.
Menyusul terungkapnya identitas John Jihad, istri seorang pekerja bantuan yang juga menjadi salah seorang korban pemenggalan, David Haines, menuturkan harapannya agar Emwazi bisa segera ditangkap dalam keadaan hidup-hidup.
"Itulah satu-satunya kepuasan moral bagi keluarga dan semua orang yang ia bunuh," sebutnya seperti dimuat
BBC (Jumat, 27/2).
"Saya pikir dia perlu dimasukkan ke pengadilan," sambungnya.
Sementara itu, adik Haines justru lebih emosional menanggapi identifikasi sang eksekutor ISIS itu.
"Saya rasa semua keluarkan akan merasa lega setelah ada peluru di antara matanya (John Jihad)," sebutnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: