Militan yang fasih berbicara bahasa Inggris dengan logat British itu oleh pihak Barat dan media Barat dijulihi Jihadi John atau John Jihad. John adalah
nickname untuk seseorang yang jatidirinya tidak dikenal pasti.
John Jihad disinyalir adalah Mohammed Emzawi, 27 tahun, asal London.
Dalam sejumlah video eksekusi, Emzawi kerap menutupi tubuhnya dengan pakaian serba hitam dan membungkus wajahnya dengan penutup warna hitam. Hanya bagian matanya yang terlihat.
Sebuah artikel yang dimuat
Washington Post pada Kamis (26/2), menyebut Emzawi dibesarkan oleh keluarga kaya di pinggir kota London barat. Pihak University of Westminster menyebut bahwa Emzawi pernah mengenyam pendidikan di kampus itu hingga meraih gelar di pemograman komputer.
Ia diketahui pertama kali menjadi sorotan setelah muncul pada video eksekusi seorang wartawan Amerika Serikat yakni James Foley. Dalam video itu ia menyampaikan pesan ancaman kepada Amerika Serikat sebelum memenggal kepala Foley.
Sejak saat itu agen rahsia FBI meluncurkan perburuan internasional mengenai identitas militan tersebut.
Kematian Foley bukanlah yang terakhir. Setelah itu bermunculan sejumlah video eksekusi terhadap jurnalis atau pekerja sosial yang juga menampilkan Emzawi sebagai tokoh eksekutor.
Independent memberitakan, julukan John Jihad sendiri muncul berdasarkan pengakuan dari seorang tahanan ISIS yang selamat. Ia menyebut pria eksekutor itu kerap dipanggil dengan sebutan John.
Dalam laporan yang sama disebutkan bahwa Emzawi merupakan salah satu miliitan ISIS yang disegani dan merupakan satu dari trio pria Inggris yang kabarnya memegang sandera Eropa dan Amerika Serikat.
Ia pun disebut-sebut sebagai anggota terkemuka di kam-kamp pelatihan militan baru di Raqqa.
[ald]
BERITA TERKAIT: