Dubes Korut Geram, Simposium LIPI Cuma Libatkan Korsel

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 10 Februari 2015, 16:15 WIB
Dubes Korut Geram, Simposium LIPI Cuma Libatkan Korsel
dubes korut Ri Jong-ryul/rmol
rmol news logo Acara simposium internasional yang digelar oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Komisi Hak Asasi Manusia Korea Selatan (NHRCK) di Hotel Sultan Jakarta hari ini (Selasa, 10/2) dinilai problematik. Pasalnya, simposium yang mengangkat Hak Asasi Manusia (HAM) Korea Utara sebagai isu utama itu justru tidak ikut melibatkan pihak Korea Utara.

Duta Besar Korea Utara untuk Indonesia Ri Jong-ryul mengaku, pihaknya sebagai perwakilan resmi Korea Utara tidak pernah mendapatkan undangan untuk ikut berpartisipasi dalam simposium tersebut.

"Hari ini digelar simposium soal HAM Korea Utara di Jakarta tanpa melibatkan pihak Korea Utara," kata Dubes Ri dalam pertemuannya dengan wartawan beberapa waktu lalu di kantor Kedutaan Besar Korea Utara Jakarta (Selasa, 10/2).

Padahal, Dubes Ri menegaskan bahwa pihaknya akan membuka tangan dengan pihak manapun yang hendak berdiskusi atau membahas lebih jauh soal masalah HAM yang sebenarnya terjadi di negaranya.

Karena itu, tidak mengherankan bila ia geram dengan gelaran simposium yang juga menggandeng ASEAN Intergovernmental Commission of Human Rights (AICHR) dan Komnas HAM Indonesia itu. Menurutnya, simposium itu merupakan upaya membangun perspektif internasional soal HAM di Korea Utara.

"Semestinya, kami sebagai perwakilan perlu dilibatkan agar bisa menjelaskan fakta yang sebenarnya terjadi dan juga memberikan perspektif kita dalam acara yang membahas soal isu HAM negara kita itu," sambungnya.

"Kami meminta agar simposium tersebut dihentikan karena justru hanya memicu konfrontasi," tegas Dubes Ri sambil menambahkan bahwa pihaknya ingin menjaga hubungan persahabatan dengan Indonesia yang telah lama dibangun.

Perlu diketahui, seperti rilis yang dimuat di situs resmi LIPI, simposium itu merupakan tindak lanjut dari resolusi PBB dalam sidang Umum ke-69 terkait HAM Korea Utara. Dalam simposium itu agenda yang akan dibahas adalah soal kerjasama regional dan internasional untuk perbaikan situasi HAM di Korea Utara. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA