Dipaksa Kerja 16 Jam Sehari, 120 Budak Anak Diselamatkan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Sabtu, 31 Januari 2015, 14:40 WIB
Dipaksa Kerja 16 Jam Sehari, 120 Budak Anak Diselamatkan
ilustrasi perbudakan anak/net
rmol news logo Kepolisian India berhasil menyelamatkan sekitar 120 anak di bawah umur yang dijadikan budak pekerja dalam sebuah penyergapan di Hyderabad India. Di antara anak-anak tersebut, yang paling muda berusia sekitar 6 tahun.

Penyergapan itu merupakan bagian dari operasi yang dilancarkan pihak kepolisian India demi melawan penyelundupan manusia serta perbudakan anak.

Menurut keterangan wakil komisaris polisi Hyderabad selatan, V. Satyanarayana pada Jumat (30/1), sejumlah anak ditemukan dalam keadaan sakit, berat badan mengenaskan, ataupun dalam keadaan trauma.

"Mereka ditempatkan di kamar suram dengan ventilasi dan paparan gas berbahaya. Mereka memiliki penyakit kulit kronis dan kurang makan. Mereka trauma dan tampak terguncang," jelasnya seperti dimuat Press TV.

Sementara itu, menurut keterangan dari sejumlah anak, mereka mengaku dipaksa bekerja hingga 16 jam sehari tanpa ada jeda. Mereka juga diperlakukan dengan buruk dan tidak jarang mengalami kekerasan. Mereka juga bahkan kerap tidak diberi makanan bila tidak mematuhi perintah sang majikan.

Operasi penggerebekkan itu juga dilakukan di sejumlah wilayah lainnya beberapa waktu lalu. Pekan lalu saja, operasi yang sama berhasil menyelamatkan sekitar 220 anak yang menjadi budak.

Sejauh ini, pihak kepolisian telah mengamankan 31 penjuan dan agen yang memperjual-belikan anak sebagai budak.

Menurut data pemerintah setempat, sekitar empat juta anak-anak India saat ini bekerja menjadi pembantu domestik di restoran ataupun pabrik. Namun demikian, para aktivis pemerhati anak memperkirakan bahwa jumlah tersebut jauh lebih besar.

Sementara itu, merujuk pada data dari Australian-based Walk Free Foundation, di dunia saat ini angka perbudakan hampir menjedaki 36 juta jiwa. India menjadi negara yang memiliki jumlah budak tertinggi yakni sekitar 14,3 juta jiwa. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA