Salah satu pesan mengatakan, "tentara Amerika, kami datang, melihat Anda kembali."
Beberapa dokumen internal militer AS juga muncul di akun twitter @CENTCOM.
Komando Sentral mengatakan telah mengambil "tindakan yang tepat" dan menutup akses ke akun twitter mereka sehingga tidak ada tweet bisa dilihat. Demikian dilaporkan
BBC.
Ironis, pembajakan ini terjadi di saat Presiden Barack Obama sedang mempersiapkan pidato soal
cyber security.Jurubicara presiden, Josh Earnest, mengatakan bahwa AS sedang mempelajari kasus tersebut.
Seorang pejabat Pentagon yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada
Reuters bahwa pembajakan itu memalukan, namun tampaknya tidak menjadi ancaman keamanan yang serius.
Akun tweet ditutup kira-kira 30 menit setelah tweet bajakan pertama muncul. Para pelaku menggambarkan serangan itu sebagai "cyberjihad".
"Sementara AS dan satelitnya membunuh saudara-saudara kita di Suriah, Irak dan Afghanistan, kita masuk ke jaringan Anda dan perangkat pribadi dan tahu segalanya tentang Anda," tulis
hacker.Serangan itu disertai dengan dokumen penelitian AS pada China dan Korea Utara, termasuk lokasi jalan utama dan pembangkit listrik, bersama dengan direktori nama, pangkat dan nomor telepon dari beberapa petinggi.
Namun, data-data tersebut tidak bersifat sensitif, dan sebagian besar dokumen yang terlihat tampaknya telah tersedia untuk umum.
[ald]
BERITA TERKAIT: