Pimpinan Polisi yang Tangani Kasus Charlie Hebdo Bunuh Diri, Apa Motifnya?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 12 Januari 2015, 14:11 WIB
rmol news logo Komisioner Helric Fredou yang bertanggungjawab atas investgasi penyerangan di kantor redaksi Charlie Hebdo melakukan aksi bunuh diri di kantornya pada Kamis malam pekan lalu (8/1), atau sehari setelah penyerangan terjadi.

Pria berusia 44 tahun itu dikabarkan bunuh diri dengan menggunakan senjata api miliknya.

Sebuah artikel di blog Uprooted Palestinians seperti dimuat Yournewswire akhir pekan lalu, Fredou diketahui telah bertugas sebagai wakil direktur kepolisian daerah sejak tahun 2012. Ayahnya adalah seorang mantan polisi dan ibunya adalah seorang perawat di UGD CHU Limoges.

Fredou sendiri diketahui masih lajang dan tidak memiliki anak.

Sementara itu, menurut serikat komisaris kepolisian, Fredou nekad mengakhiri hidupnya karena merasa tertekan dan kelelahan.

Komisaris Fredou diketahui bertanggungjawab menginvestigasi kasus pembantaian di kantor redaksi majalah satiris mingguan Charlie Hebdo. Dalam kasus tersebut, ada 12 orang tewas dibunuh tiga pria bersenjata, 10 di antaranya adalah jurnalis dan kartunis, sedangkan dua lainnya adalah polisi.

Secara khusus, Fredou tengah mengamati keluarga dari salah satu korban tewas. Ia bunuh diri sebelum sempat menyelesaikan laporannya.

Hingga saat ini belum jelas motif di balik aksi bunuh diri yang dilakukannya.

Pada November 2013 lalu, Fredou diketahui pernah menemukan jasad rekannya sesama polisi yang melakukan aksi bunuh diri di kantornya. Tak di sangka, selah setahun lebih pasca kejadian itu, Fredou melakukan aksi serupa seperti yang dilakukan rekannya. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA