Kartunis bernama Corinne Rey yang dikenal dengan nama pena CoCo itu mempublikasikan pesan dan sejumlah foto rekan-rekannya yang tewas di sosial media twitter.
"Terimakasih atas ratusan pesan anda, dukungan anda, kasih sayang anda. Kami akan kembali. Keluarlah untuk melakukan demonstrasi pada hari Minggu," tulisnya mengajak masyarakat untuk ikut aksi unjuk rasa terkait insiden itu akhir pekan ini.
ABC News (Sabtu, 10/1) mengabarkan, CoCo merupakan kartunis yang memasukkan kode keamanan sehingga membuat para penyerang bisa masuk ke kantor redaksi tersebut. Hal itu terpaksa dilakukannya karena para penyerang mengancam anak perempuannya.
Penyerangan di kantor redaksi Charlie Hebdo terjadi pada Rabu lalu oleh tiga orang penyerang yang mengenakan masker dan membawa senjata api laras panjang AK-47. Dalam kejadian itu, 10 orang jurnalis dan kartunis utama tewas dan dua orang polisi.
Kepolisian Prancis hari ini (Sabtu, 10/1) berhasil menyerang persembunyian kakak beradik Cherif Kouachi dan Said Kouachi, dua pelaku penyerangan tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: