Mahasiswa Indonesia Tampilkan Angklung dan Tari Paduppa di Nanchang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/aldi-gultom-1'>ALDI GULTOM</a>
LAPORAN: ALDI GULTOM
  • Sabtu, 10 Januari 2015, 12:25 WIB
Mahasiswa Indonesia Tampilkan Angklung dan Tari Paduppa di Nanchang
rmol news logo Alunan alat musik tradisional Angklung dan Tari Paduppa asal Sulawesi Selatan, menjadi salah satu pengisi dalam acara peringatan ulang tahun yang ke-10 Federasi Kamar Dagang International Nanchang yang diselenggarakan oleh Nanchang Foreign Affair Friendship Office atau Kantor Urusan Luar Negeri kota Nanchang, Provinsi Jiangxi, Tiongkok.

Demikian dikabarkan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok cabang Nanchang dalam rilis yang diterima redaksi beberapa saat lalu (Sabtu, 10/1).

Dalam laporan yang ditulis Hilyatu Millati Rusydiyah, mahasiswa program S2 Manajemen Perusahaan di Nanchang University, acara Kamis lalu (8/1) itu dibuka oleh Wakil Walikota Nanchang, Xiao Yu Wen, dan dihadiri sekitar 100 orang di Ball Room Gloria Grand Hotel, Kota Nanchang.

Penampilan musik Angklung oleh 20 mahasiswa Indonesia itu membawakan lagu My Heart Will Go On yang dipopulerkan Celine Dion. Sedangkan Tari Paduppa ditampilkan mahasiswa asal Makassar yakni Hukmawati dan Jusmiyanti. Mereka semua tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok Cabang Nanchang. Mereka menjadi tamu undangan khusus untuk tampil di acara tersebut bersama dengan enam penampilan lainnya dari komunitas warga lokal dan diantaranya komunitas eks WNI yang sudah menetap di Tiongkok.

Para eks WNI atau biasa disebut Huaqiao Huaren tersebut membawakan lagu berjudul "Ayo Mama" dan "Pepaya" memakai pakaian batik kebaya. Walaupun usia sudah sepuh, mereka tetap aktif beraktivitas dan masih mampu menyajikan penampilan yang menarik.

Ada puluhan eks WNI yang tinggal di Nanchang. Kebanyakan mereka dilahirkan di Indonesia dan masuk ke Tiongkok sekitar tahun 1960-an dengan tujuan studi dan sebagian dibawa oleh orang tuanya. Sebagian dari mereka masih cukup fasih berbahasa Indonesia. Bahkan masih ada yang bisa berbahasa Jawa dan Sunda. Sebagian mereka masih punya kerabat di Tanah Air.

Acara tersebut diselenggarakan secara rutin dua kali tiap tahun di musim panas dan musim dingin di bawah koordinasi Kantor Urusan Luar Negeri kota Nanchang atau Nanchang-Shi Waishi Qiao Wu Ban Gongshi.

Mahasiswa Indonesia di kota Nanchang sendiri aktif diundang berpartisipasi mengisi penampilan sejak tahun 2012. Sebelumnya, mahasiswa Indonesia pernah tampil membawakan Tari Saman dan Musik Terbang Rebana.

Sementara alat musik Angklung tersebut merupakan sumbangan dari KBRI Beijing kepada PPI Tiongkok Cabang Nanchang dalam memperkenalkan budaya Indonesia di Tiongkok. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA