Pasalnya, kata Tanizaki, pelabuhan utama di Tanjung Priok Jakarta saat ini telah melebihi kapasitas (over capacity). Kendati ada rencana perluasan, namun hampir bisa dipastikan, beberapa tahun ke depan Tanjung Priok akan kembali mengalami over capacity karena pelabuhan itu dijadikan pusat pengiriman barang.
"Pembangunan Pelabuhan Cilamaya menjadi penting karena selain bisa mengatasi over capacity, Cilamaya juga bisa membantu mengurangi kemacetan di Jakarta akibat aktivitas angkut dan pengiriman barang," sambungnya ketika berkunjung ke redaksi
Rakyat Merdeka Jakarta beberapa saat lalu (Selasa, 23/12).
Karena itulah ia mendorong agar rencana pembangunan tersebut bisa segera teralisasi dengan dukungan dari swasta. Tanizaki juga menekankan bahwa Jepang siap memberikan bantuan untuk pembangunan proyek tersebut.
"Pinjaman dari Jepang memiliki batas waktu pengembalian dana yang cukup panjang, yakni selama 25 tahun dengan suku bunga yang rendah sebesar 0,8 persen," tandasnya. [mel]
BERITA TERKAIT: