Peringatan tersebut dihadiri oleh sekitar 10 ribu partisipan yang terdiri dari tentara, pelajar, dan korban selamat pembantaian. Di tengah upacara, mereka mengheningkan cipta selama satu menit untuk menghormati para korban yang tewas.
Perlu diketahui, pembantaian di Nanjing terjadi setelah pendudukan tentara Jepang pada tahun 1937. Ada sekitar 300 ribu warga sipil yang dibantai dalam peristiwa itu.
Demi mengenang para korban, selain upacara, di Tiongkok juga digelar hari libur nasional selama tiga hari.
Dalam pidatonya, Xi mengkritisi sikap Jepang yang dinilai menyangkal kekejaman yang pernah terjadi.
"Mereka yang menegakkan keadilan dan cinta damai harus sangat waspada dan tegas menentang kata-kata yang salah dan perbuatan," katanya seperti dikabarkan
BBC. [mel]
BERITA TERKAIT: