Kembangkan Sistem Radar, Eurofighter dan NETMA Jalin Kontrak 1 Miliar Euro

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 20 November 2014, 18:24 WIB
Kembangkan Sistem Radar, Eurofighter dan NETMA Jalin Kontrak 1 Miliar Euro
Alberto Gutierrez (kiri) bersalaman dengan Air Vice Marshall Inggris Graham Farnell saat penandatanganan kontrak/rmol
rmol news logo Menteri Pertahanan sejumlah negara Eropa yakni Inggris, Jerman, Italia dan Spanyol menggelar pertemuan di Edinburgh Skotlandia pada Rabu (19/11). Pertemuan itu digelar untuk menyaksikan penandatanganan kontrak senilai satu miliar euro pengembangan sistem radar elektronik terkemuka bagi pesawat tempur, Eurofighter Typhoon.

Kontrak itu sendiri ditandatangani oleh Eurofighter Jagdflugzeug GmbH dan NATO Eurofighter and Tornado Management Agency (NETMA). Kontrak tersebut akan memungkinkan integrasi Captor E-Scan yang merupakan tipe sistem radar Active Electronically Scanned Array (AESA) tercanggih di dunia saat ini ke dalam sistem Eurofighter Typhoon.

Perlu diketahui, Eurofighter Typhoon merupakan pesawat tempur multi peran sayap delta dan sayap kanard bermesin ganda super lincah yang dirancang dan dibuat oleh sebuah konsorsium negara-negara Eropa yang dibentuk pada 1983.

Baik Eurofighter maupun Euroradar yang merupakan pemasok utama konsorsium Eurofighter telah mengkonfirmasi bahwa radar tersebut memiliki potensi pengembangan yang signifikan. Karena itu, operator Eurofighter Typhoon akan dapat turut serta mengembangkan radar ini sesuai dengan kebutuhan operasionalnya masing-masing.

"Penandatanganan ini merupakan momen bersejarah bagi kami dan menjadi suatu faktor pendorong," kata CEO Eurofighter, Alberto Gutierrez.

"Kontrak ini menawarkan pengembangan sistem persenjataan dengan berbagai kemampuan yang tak tertandingi oleh siapapun di dunia saat ini," sambungnya.

Sementara itu Presiden Euroradar Andrew Cowdery mengaku senang dengan penandatanganan kontrak itu karena masa depan kemampuan kunci pesawat tempur itu semakin terjamin.

"Sistem radar Captor E-Scan diciptakan dengan keahlian (know-how) terbaik, kecakapan industri dan kolaborasi antara perusahaan-perusahaan terkemuka Eropa di bidang elektronik pertahanan," ungkapnya.

Berdasarkan rilis yang diterima redaksi, apertur hidung pesawat Eurofighter Typhoon yang lebar ditambah dengan kemampuan pergerakan antena bisa memberikan pesawat tempur itu penglihatan yang lebih luas bila dibandingkan dengan para pesaingnya.

Hal itu sekaligus memungkinkan Eurofighter Typhoon untuk menghadirkan performa operasional yang lebih mumpuni, baik dari segi
pesawat itu sendiri maupun sistem persenjataannya. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA