Hal itu ditegaskan Xi di hadapan parlemen Australia hari ini (Senin, 16/11).
Xi menyebut, Tiongkok merupakan negara yang tengah bergerak maju dan memerlukan perdamaian. Sedangkan dalam catatan sejarah, kata Xi, tidak ada keuntungan yang diperoleh dengan konflik bersenjata.
"Tinjauan sejarah menunjukkan bahwa negara-negara yang mencoba untuk melakukan pembangunan dengan menggunakan kekuatan (bersenjata) selalu gagal," kata Xi dikutip
AFP.
Karena itulah, Xi menyebut bahwa Tiongkok berdedikasi untuk menegakkan dan menjaga perdamaian.
"Kita harus selalu waspada tinggi terhadap faktor-faktor yang dapat menghalangi kita untuk damai," sambungnya.
Tiongkok diketahui berselisih dengan empat negara di Asia Tenggara terkait sengketa Laut China Selatan. Selain itu Tiongkok juga berselisih dengan Jepang terkait sengketa kepulauan.
Namun Xi menyebut, pihaknya membuka pintu bagi dialog demi mengatasi perselisihan dengan damai.
"Ini adalah posisi lama Tiongkok untuk mengatasi perselisihan secara damai dengan negara-negara yang bersangkutan dan kedaulatan teritorial serta kepentingan maritim melalu dialog dan konsultasi," ujar Xi.
Ia menambahkan bahwa Tiongkok telah menyelesaikan masalah teritiri dengan 12 dari 14 negara tetangga dengan jalur konsultasi damai.
"Pemerintah China siap meningkatkan dialog dan kerjasama dengan negara-negara yang relevan untuk menjaga kebebasan navigasi dan keselamatan jalur maritim serta memastikan perdamaian, ketenangan dan kerjasama batas maritim," tandasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: