Kali ini korbannya merupakan pekerja bantuan sosial di Suriah berusia 26 tahun bernama Peter Kassig. Ia merupakan seorang mualaf dan menyandang nama Islam Abdul-Rahman.
"Kami sedih mengetahui bahwa anak kami, Abdul-Rahman Peter Kassig kehilangan hidupnya sebagai hasi dari kecintaanya terhadap masyarakat Suriah dan keinginannya untuk meringankan penderitaan mereka," kata keterangan keluarga Kassig.
Dalam keterangan yang sama keluarga menyebut bahwa Kassig yang berasal dari Indiana diculik oleh kelompok militan dalam perjalanannya di kota Deir al-Zor Suriah pada 1 Oktober tahun lalu.
Lama tak terdengar kabarnya, Kassig kemudian muncul dalam video eksekusi seorang pekerja bantuan asal Inggris, Alan Henning pada awal bulan lalu. Dalam video tersebut, seorang militan berpakaian seba hitam yang mengeksekusi Henning mengancam akan membunuh Kassig bila Amerika Serikat dan koalisinya tak menghentikan misi serangan udara di wilayah pendudukan ISIS di Irak dan Suriah.
Namun akhir pekan kemarin (Minggu, 16/11), sebuah video berdurasi sekitar 15 menit yang dilansir online menunjukkan Kassig sebagai korban terbaru eksekusi ISIS.
Berbeda dari format video eksekusi ISIS sebelum-sebelumnya di mana seorang militan berpakaian serba hitam berdiri sambil memberikan pesan ancaman sebelum mengeksekusi tahanan yang berlutut di sampingnya dengan mengenakan pakaian berwarna orange, video kali ini menunjukkan eksekusi sekitar 14 orang sekaligus. Mereka disebut sebagai pilot dan petugas loyalis Presiden Suriah Bashar al-Assad.
"Untuk Obama, hari ini kita membantai tentara Bashar dan besok kita akan menyembelih tentara anda," kata militan berpakaian serba hitam yang melakukan eksekusi dalam video itu.
Pesan itu agaknya merupakan ancaman bagi Presiden Amerika Serikat, Barack Obama terkait serangan udara yang dipimpin negaranya.
Dalam video itu sendiri, seperti dikabarkan
Reuters, tidak menunjukkan eksekusi Kassig secara langsung. Video hanya menunjukkan adanya seorang pria yang wajahnya ditutupi topeng berdiri dengan kepala terpenggal dan berlumuran darah di kakinya.
"Ini adalah Peter Edward Kassig, seorang warga negara Amerika Serikat," kata militan ISIS berpakaian serba hitam yang berdiri disebelahnya.
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama telah mengkonfirmasi kematian Kassig. Ia mengecam kematian warga negaranya itu dan menyebutnya sebagai tindakan keji kelompok teroris.
[mel]
BERITA TERKAIT: