Pembicaraan berlangsung untuk menemukan solusi dari ketegangan antara Israel dengan Palestina yang memuncak lagi akhir-akhir ini.
Kedatangan Benjamin Netanyahu di ibukota Yordania itu (Kamis, 13/11) terjadi hanya beberapa jam setelah Kerry bertemu dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, di kota yang sama. Pertemuan antara Abbas dan Kerry ini terjadi sehari setelah Israel menyetujui rencana pembangunan 200 rumah di pemukiman Yerusalem Timur. Kebijakan itu dikritik tajam oleh AS.
Reporter
Al Jazeera dari Amman melaporkan bahwa para pemimpin membahas cara-cara untuk menciptakan ketenangan di Yerusalem. Mereka juga akan berbicara tentang kemungkinan negosiasi ulang antara Israel dan Palestina.
Peran AS dalam pembicaraan itu adalah menengahi pembicaraan, mengingat hubungan antara Yordania dan Israel telah menegang dalam beberapa bulan terakhir.
Kerusuhan di Yerusalem Timur telah meluas beberapa hari terakhir dan menimbulkan kekhawatiran akan adanya gelombang pemberontakan yang baru dari warga Palestina.
Mayoritas kerusuhan di Yerusalem dipicu oleh Israel yang meningkatkan aktivitas permukiman di sektor timur kota suci itu, dan juga akibat ketegangan bernuansa agama di Masjid Al Aqsa, situs suci bagi umat Muslim dan Yahudi.
Warga Palestina berang dengan kampanye kelompok Yahudi sayap kanan yang menuntut hak beribadah di kompleks Al Aqsa.
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menuduh Israel memicu "perang agama"
dengan mengizinkan jemaah Yahudi beribadah di situs suci umat Islam di
kota Yerusalem yang diduduki oleh tentara Israel.
[ald]
BERITA TERKAIT: