Dalam rekaman, yang disebarkan melalui media sosial, si pembicara mengatakan bahwa para tentara ISIS tidak akan pernah berhenti berjuang. Perjuangan mendirikan negara Islam akan terus dilakukan meskipun hanya tersisa satu pejuang ISIS yang bertahan.
Rekaman pidato yang menyebar pada Kamis (13/11) itu tidak membahas serangan udara pasukan AS di Mosul pekan lalu, tetapi tetap membicarakan beberapa perkembangan yang terjadi sejak itu.
Di antara perkembangan yang dibahas adalah keputusan Presiden AS Barack Obama untuk menambah 1.500 tentaranya ke Irak, sebuah keputusan yang diumumkan setelah serangan udara di Mosul.
BBC melaporkan, nada pidato dalam rekaman itu bersifat menantang. Irama dan bahasa yang digunakan juga seperti yang biasa selama ini terdengar dari para pemimpin ISIS. Rekaman itu berisi seruan kepada pendukung Negara Islam untuk "meletuskan gunung api jihad" di seluruh dunia.
Pidato itu menyebut lawan-lawan ISIS sebagai "orang-orang Yahudi, Tentara Salib, murtad dan setan", juga mengatakan Amerika Serikat dan sekutunya sebagai "ketakutan, lemah dan tak berdaya".
Rekaman itu juga menyerukan serangan ke Arab Saudi dan menggambarkan pemimpin Arab sebagai "kepala ular". Selain itu mengatakan bahwa kampanye militer pimpinan AS di Suriah dan Irak telah gagal.
[ald]
BERITA TERKAIT: