Berdasarkan laporan yang dikutip oleh
Itar-tass (Rabu, 12/11), pesawat-pesawat itu ditempatkan di sejumlah wilayah seperti di Misurata, Sirt, Sebkha, serta di bandara Tripoli, ibukota Libya.
Di antara pesawat itu adalah 170 buah pesawat tempur jenis MiG-21 dan MiG-23, 20 buah pesawat tempur jesni Mirage, 34 buah helikopter dan 4 buah pesawat transportasi.
Belum diketahui dengan pasti dari mana kelompok militan Libya itu mendapatkan pesawat-pesawat tersebut.
Namun di saat yang bersamaan, pemerintah Libya kerap menyatakan bahwa Sudan, Turki, dan Tunisia ikut ambil bagian dalam pasokan senjata bagi kelompok-kelompok militan itu.
Namun pihak militan sendiri telah membantah tuduhan itu.
Negara yang berbatasan langsung dengan Libya seperti Aljazair dan Tunisa telah menyatakan kekhawatirannya atas kepemilikan senjata oleh para kelompok ekstrimis itu.
Beberapa negara bahkan melakukan pencegahan khusus untuk mengamankan wilayah mereka. Misalnya saja Aljazair yang secara khusus memerintahkan pasukan pertahanan udaranya untuk menembak jatuh setiap pesawat militer yang masuk ke wilayahnya tanpa ijin.
[mel]
BERITA TERKAIT: