Keputusan tersebut diumumkan Fatah pada Minggu (9/11), dua hari setelah rangkaian serangan bom menyerang rumah pemimpin Fatah saat ini. Selain itu, ketegangan antar faksi-faksi politik Palestina yang bersaing pun semakin ketat, kendati pemerintah persatuan telah disepakati pada April lalu.
CNN mengabarkan, dalam pernyataannya, Fatah menyebut bahwa keputusannya untuk membatalkan acara tersebut salah satunya adalah karena ada serangan bom yang ditudingnya dilakukan oleh Hamas.
Diketahui pada Jumat (7/11), sejumlah ledakan terjadi di rumah petinggi-petinggi Fatah. Tidak ada korban jiwa ataupun korban luka yang dilaporkan. Ledakan terjadi saat Perdana Menteri Otoritas Palestina Rami Hamdallah sedang mempersiapkan untuk mengunjungi Gaza. Perjalanan telah ditunda tanpa batas waktu.
Hamas sendiri mengecam serangan tersebut. Namun Fatah masih menuding Hamas berdusta dan menyebut bahwa ledakan dilakukan oleh kelompok Hamas.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: