Begitu hasil penelitian yang dilakukan oleh media Korea Selatan
Chosun Ilbo dan Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga yang dirilis pada Senin (3/10). Penelitian itu dilakukan dengan menanyai 1.200 orang responden yang terdiri dari pasangan pengantin serta orang tua mereka.
Penelitian itu menemukan, 84,6 persen orang tua dan 64,8 persen pasangan pengantin menilai bahwa orang tua lah yang wajib membiayai pesta pernikahan anaknya.
Hanya sekitar 10,4 persen pasangan yang menilai bahwa mereka harusnya membiayai seluruh biaya pesta pernikahan mereka tanpa campur tangan orang tua. Sedangkan hanya satu dari tiga pasangan yang menilai bahwa biaya pesta pernikahan harusnya berasal dari dana patungan, dengan porsi sekitar 60 persen dari orang tua.
Kendati menyadari adanya masalah pembiayaan pesta pernikahan, namun dalam survei yang sama ditemukan bahwa, sekitar 57,2 persen responden menyebut bahwa anggaran ideal untuk pesta pernikahan adalah 30 juta Won. Anggaran itu diluar anggaran pembelian rumah baru.
Data statistik Korea Selatan sendiri menunjukkan dalam periode Januari hingga Agustus tahun ini, tercatat ada sekitar 201.200 pasangan yang menikah. Angka pernikahan tersebut merupakan angka terendah yang tercatat sejak tahun 2005 lalu.
Sejumlah faktor menyebabkan angka pernikahan di Korea Selatan menurun, antara lain adalah karena merosotnya perekonomian dan lapangan kerja yang semakin menyempit.
[mel]
BERITA TERKAIT: