Parade yang dimaksud adalah upacara penurunan bendera sebelum matahari terbenam yang digelar setiap hari di Wagah yang merupakan perbatasan antara Lahore Pakistan dan Amritsar India. Dalam upacara harian yang telah digelar selama 55 tahun itu, pasukan keamanan India dan Pakistan ikut berpartisipasi di dalamnya. Upacara berakhir dengan pelipatan bendera negara dan pasukan keamanan dari kedua negara berjabat tangan. Parade harian itu tak jarang menarik perhatian penduduk setempat ataupun wisatawan internasional.
Menurut keterangan salah seorang polisi setempat, Inspektur Jenderal Mushtaq Ahmad Sukhera, pelaku pengeboman memasukan area parade ketika orang-orang mulai meninggalkan area itu dan meledakkan rompinya di dekat pos pemeriksaan.
Akibatnya, menurut keterangan Ghurki Trust Teaching Hospital dikutip
CNN, setidaknya 45 orang tewas dan 55 lainnya luka-luka. Sementara
BBC mengabarkan, korban tewas mencapai lebih dari 50 orang dan korban luka mencapai lebih dari 100 orang.
Tak lama setelah kejadian, juru bicara dua kelompok militan yang berafiliasi dengan Taliban bagi Pakistan, Jundallah dan Jamaat ul-Ahrar secara terpisah mengklaim bertanggungjawab atas pemboman itu.
Sukhera menyebut bahwa pelaku bom bunuh diri adalah seorang laki-laki yang diperkirakan berusia 18 hingga 20 tahun. Ia mengenakan rompi yang mengandung sekitar 5 kilogram bahan peledak.
Beberapa potongan tubuh pelaku ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Polisi pun segera melakukan investigasi atas kejadian tersebut.
Sukhera menyebut, pihak berwenang menyadari adanya ancaman terorisme terutama di wilayah perbatasan, dan pasukan keamanan Pakistan pun dikerahkan. Namun pada saat kejadian, orang yang berkerumun lebih banyak dari biasanya sehingga petugas kewalahan memeriksa semua orang.
Akibat insiden bunuh diri itu, parade harian penurunan bendera dihentikan sementara hingga Kamis.
Mendengar adanya insiden tersebut, Perdana Menteri India Narendra Modi segera menyampaikan belasungkawa kepada para korban serta keluarga korban.
[mel]
BERITA TERKAIT: