Bom Bunuh Diri Tewaskan Puluhan Orang di Parade Harian Perbatasan Pakistan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 03 November 2014, 11:43 WIB
Bom Bunuh Diri Tewaskan Puluhan Orang di Parade Harian Perbatasan Pakistan
puluhan orang berkumpul di sekitar korban insiden bom bunuh diri di pakistan/bbc
rmol news logo Insiden bom bunuh diri terjadi di wilayah Lahore Pakistan pada Minggu (2/11). Kejadian bermula ketika seorang pelaku meledakkan bahan peledak di rompi yang dikenakannya usai parade harian yang yang digelar di wilayah perbatasan Wagah yang berbatasan dengan India.

Parade yang dimaksud adalah upacara penurunan bendera sebelum matahari terbenam yang digelar setiap hari di Wagah yang merupakan perbatasan antara Lahore Pakistan dan Amritsar India. Dalam upacara harian yang telah digelar selama 55 tahun itu, pasukan keamanan India dan Pakistan ikut berpartisipasi di dalamnya. Upacara berakhir dengan pelipatan bendera negara dan pasukan keamanan dari kedua negara berjabat tangan. Parade harian itu tak jarang menarik perhatian penduduk setempat ataupun wisatawan internasional.

Menurut keterangan salah seorang polisi setempat, Inspektur Jenderal Mushtaq Ahmad Sukhera, pelaku pengeboman memasukan area parade ketika orang-orang mulai meninggalkan area itu dan meledakkan rompinya di dekat pos pemeriksaan.

Akibatnya, menurut keterangan Ghurki Trust Teaching Hospital dikutip CNN, setidaknya 45 orang tewas dan 55 lainnya luka-luka. Sementara BBC mengabarkan, korban tewas mencapai lebih dari 50 orang dan korban luka mencapai lebih dari 100 orang.

Tak lama setelah kejadian, juru bicara dua kelompok militan yang berafiliasi dengan Taliban bagi Pakistan, Jundallah dan Jamaat ul-Ahrar secara terpisah mengklaim bertanggungjawab atas pemboman itu.

Sukhera menyebut bahwa pelaku bom bunuh diri adalah seorang laki-laki yang diperkirakan berusia 18 hingga 20 tahun. Ia mengenakan rompi yang mengandung sekitar 5 kilogram bahan peledak.

Beberapa potongan tubuh pelaku ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Polisi pun segera melakukan investigasi atas kejadian tersebut.

Sukhera menyebut, pihak berwenang menyadari adanya ancaman terorisme terutama di wilayah perbatasan, dan pasukan keamanan Pakistan pun dikerahkan. Namun pada saat kejadian, orang yang berkerumun lebih banyak dari biasanya sehingga petugas kewalahan memeriksa semua orang.

Akibat insiden bunuh diri itu, parade harian penurunan bendera dihentikan sementara hingga Kamis.

Mendengar adanya insiden tersebut, Perdana Menteri India Narendra Modi segera menyampaikan belasungkawa kepada para korban serta keluarga korban. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA