Menteri Luar Negeri Kanada John Baird menyebut, pelaku bernama Michael Zehaf-Bibeau itu merupakan individu yang radikal, namun pihaknya belum menemukan bukti bahwa ia terkait dengan ISIS.
Kepada
BBC (Jumat, 24/10), Baird menyebut, dirinya khawatir dengan jumlah warga Kanada yang ikut bergabung dengan kelompok radikal baik di Irak atau Suriah.
"Laporan menunjukkan bahwa jauh di atas 100 warga Kanada telah melawan jihad di Timur Tengah dan itu adalah keprihatinan besar," sebutnya.
Zehaf-Bibeau yang merupakan warga keturunan Kanada-Libya itu menembak mati seorang tentara di monumen sebelum berlari dan ditembak mati ketika hendak mendekati gedung parlemen di ibukota. Insiden itu terjadi selang beberapa jam setelah pemerintah Kanada mengumumkan peningkatan level keamanan di Kanada dari rendah ke sedang menyusul ancaman yang muncul.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: