Di antara korban luka, sebagian besar merupakan polisi yang tengah berjaga di lapangan dekat kampus ternama itu.
Menurut intelijen Mesir, SITE, tak lama setelah kejadian, kelompok militan Ajnad Misr yang baru muncul pada Januari tahun ini mengaku bertanggungjawab atas ledakan tersebut.
Melalui postingan di Twitter, kelompok militan itu mengaku melakukan serangkaian serangan terhadap polisi dan tentara, terutama di wilayah Sinai sejak militan menggulingkan Presiden Mohamed Mursi tahun lalu.
Universitas Kairo sendiri diketahui merupakan protes terhadap pemerintahan Mursi. Otoritas keamanan Mesir telah memperketat pengamanan di sekitar kampus pada semester ini.
"(Serangan) terjadi setelah ada peningkatan jumlah pembunuhan dan pelecehan terhadap mahasiswa dari universitas," kata kelompok itu dalam pernyataan dikutip
Reuters.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: