Lawan ISIS, Irak Minta Tambahan Penasihat Militer AS?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 22 Oktober 2014, 13:15 WIB
Lawan ISIS, Irak Minta Tambahan Penasihat Militer AS?
bendera isis berkibar di atas sebuah bukit di Irak/net
rmol news logo Amerika Serikat dikabarkan tengah mempertimbangkan permintaan Irak untuk mengirimkan lebih banyak penasihat militer untuk membantu pasukan keamana Irak dalam upayanya melawan kelompok militan ISIS yang masih terus bergerilya.

Menurut seorang pejabat Amerika Serikat yang tak disebutkan namanya, seperti dikutip Al Jazeera (Rabu, 22/10), permintaan itu datang setelah digelarnya pertemuan antara wakil penasihat keamanan nasional Antony Blinken beserta sejumlah pejabat Amerika Serikat lainnya dengan pejabat senior Irak pekan lalu di Baghdad. Namun ia tidak memperinci berapa banyak penasihat militer yang diminta oleh Irak.

Namun belum ada konfirmasi lebih lanjut soal kabar tersebut.

Sejauh ini telah ada sekitar 1.400 penasihat militer dan personil keamanan diplomatik Amerika Serikat yang dikirimkan ke Irak untuk membantu melawan kelompok ISIS yang melakukan penyerangan di sebagian wilayah Irak dan Suriah dengan dalih untuk mendirikan negara Islam.

Para personil militer Amerika Serikat itu dimandatkan untuk tidak melakukan serangan darat dalam keadaan apapun, melainkan untuk menyediakan bantuan terbatas dalam memberikan saran dan bantuan bagi pasukan Irak untuk melawan ISIS.

Amerika Serikat sendiri diketahui mempimpin koalisi internasional untuk melawan ISIS dengan melakukan serangan udara atau memberikan bantuan lainnya di Irak dan Suriah.

Sebelumnya Amerika Serikat memperkirakan, kampanye melawan ISIS akan berlangsung selama beberapa bulan. Pasalnya sejumlah kota besar masih berada di bawah pendudukan ISIS seperti di Mosul Irak.

Sementara itu, PBB menilai ISIS saat ini tengah berupaya melakukan genosida dan kejahatan perang, terutama kepada kelompok mayoritas Yazidi.

"Ada bukti kuat yang menunjukkan upaya untuk melakukan genosida," kata asisten sekretaris jenderal PBB Ivan Simonovic. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA