Hal itu ditegaskan oleh Ketua Komisi Pemilihan Myanmar Tin Aye dalam pertemuan dengan anggota partai politik di Yangon pada Selasa (21/10).
Ia menyebut, dalam pelaksanaan pemilu yang rencananya akan digelar akhir Oktober atau awal November 2015 itu, pihaknya juga akan mengundang pengamat nasional dan internasional untuk membantu mengawasi.
Pemilihan umum itu merupakan yang kedua kalinya digelar sejak Jenderal Than Shwe menyerahkan kekuasaannya pada pemerintah sipil dan mengakhiri kekuasaan militer yang berlangsung sekitar setengah abad.
Pemilihan umum yang pertama kali digelar pada tahun 2010 lalu. Pemilu tersebut secara luas dilihat sebagai pemilu yang dicurangi demi memenangkan pemerintah yang didukung oleh militer.
Associated Press menyebut, sebelumnya berkembang spekulasi bahwa pemilihan umum tahun 2015 mendatang akan ditunda karena pemimpin saat ini membutuhkan lebih banyak waktu untuk mempersiapkan.
Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi beberapa waktu lalu menyerukan agar pemilu tahun depan dapat digelar secara lebih adil dan tepat waktu.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: