"Jokowi telah menerima gagasan ini, tapi kita masih perlu mengkaji keberlangsungan proyek ini antara Proton dan Indonesia," kata Najib sebelum kembali ke Kuala Lumpur, dikutip
Asia One (Selasa, 21/10).
Najib menyebut, Jokowi memahami kekhatiran Malaysia di tengah spekulasi bahwa pemerintahan baru akan menerapkan regulasi baru yang akan memberikan dampak bagi bisnis Malaysia di Indonesia.
"Saya harap perusahaan-perusahaan Malaysia yang ada di sini (Indonesia) saat ini tidak akan terpengaruh dengan resulasi baru apapun," sambung Najib sembari menambahkan bahwa hal itu harus dilakukan sejalan dengan Asean Economic Community.
Selain membahas soal masalah ekonomi, Najib juga menyebut soal adanya batu sandungan dalam hubungan bilateral kedua negara. Salah satunya adalah soal klaim Malaysia atas batas maritim di Laut Sulawesi yang dikenal dengan ND6 dan ND 7 oleh Malaysia dan Ambalat oleh Indonesia. Ia menegaskan, saat ini adalah waktunya menyelesaikan masalah.
"Saya ingin masalah ini akan dibawa ke tingkat yang lebih tinggi sehingga kita bisa mendapatkan mandat politik yang lebih jelas," tandasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: