Menteri Sosial Rashid Derbas mengatakan bahwa negaranya secara resmi sudah tidak lagi menerima pengungsi asal Suriah. Meski demikian, Derbas menambahkan, pengecualian tersedia untuk pengungsi karena alasan kemanusiaan.
"Kami diberitahu UNHCR bahwa kita tidak lagi dapat menerima pengungsi," ungkapnya pada Sabtu, (18/10), seperti dikutip
Al-Arabiya.
Namun Utusan UNHCR di Lebanon, Ninette Kelley, menjelaskan bahwa hal ini karena para pengungsi tidak taat pada aturan yang ditetapkan oleh UNHCR.
"Apa yang kami lihat sekitar dua sampai tiga minggu terakhir, hanya sedikit orang yang mendaftarkan dirinya sebagai pengungsi. Sehingga
itu yang memicu kami untuk melakukan pengetatan perbatasan," Kelly mengatakan.
Hal itu menyebabkan tidak ada angka yang pasti mengenai jumlah pengungsi. Perlu diketahui, tidak semua pengungsi Suriah memasuki
Lebanon melalui penyeberangan resmi.
Sejauh ini, Lebanon telah menjadi tuan rumah lebih dari 1,1 juta pengungsi Suriah. Ini dianggap sebagai "tanggungan" yang besar dari
sebuah negara yang hanya memiliki penduduk hanya 4 juta jiwa.
Para politisi Lebanon telah lama memperingatkan bahwa negara itu tidak dapat terus memikul beban pengungsi dan menyerukan penutupan
perbatasan setelah meningkatnya berbagai insiden.[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: