Hingga saat ini (Jumat, 17/10), telah ada 29 orang pendaki yang dikonfirmasi tewas. Mereka berasal dari sejumlah negara seperti Nepal, Israel, Kanada, India, Slovakia, dan Polandia. Namun jumlah tersebut dikhawatirkan akan bertambah, mengingat masih terdapat sejumlah pendaki yang terperangkap di sejumlah rute pendakian dan belum ditemukan.
Operasi pencarian pun semakin diperluas hari ini dengan mengerahkan tim penyelamat dan helikopter. Pemerintah Nepal pun, dikutip
Associated Press, mengumumkan pembentukan komite tingkat tinggi dengan dua menteri senior di dalamnya yang akan melakukan pemantauan dan koordinasi dalam operasi pencarian tersebut. Hal itu dilakukan untuk menepis anggapan miring yang menyebut bahwa pemerintah Nepal tidak melakukan upaya penyelamatan yang cukup.
Komite yang dibentuk itu juga memiliki tanggung jawab untuk mengkoordinasikan tentara, polisi, pemerintah, dan operator swasta yang terlibat dalam penyelamatan.
Sejauh ini, tim penyelamat telah berhasul menyelamatkan 78 pendaki dari distrik Mustang dan 157 pendaki dari distrik sebelah Manang.
Jalur pendakian Annapurna yang terletak 160 kilometer dari ibukota Nepal Katamandu dipadati oleh para pendaki dari sejumlah negara di pertengahan Oktober yang merupakan puncak musim pendakian di mana udara terasa bersih dan sejuk. Selama musim pendakian ini, warga Nepal juga menggelar sejumlah festival.
[mel]
BERITA TERKAIT: