"Hubungan antar pemerintah akan semakin dekat di pemerintahan Jokowi," kata Duta Besar Korea Utara untuk Indonesia Ri Jong Ryul dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan di Kedutaan Besar Korea Utara di Jakarta (Kamis, 16/10).
Penegasan itu, kata Ri, merujuk pada pernyataan Jokowi ketika bertemu dengan Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri So-Yong pertengahan Agustus lalu di Balaikota DKI.
"Kita membawa hubungan baik ini ke tingkat yang lebih tinggi. Dari hubungan politik kemudian di bawa ke hubungan ekonomi," jelasnya.
Sejauh ini, jelas Ri, hubungan kedua negara telah terjalin baik dalam sejumlah sektor. Namun masih ada yang perlu digenjot lebih jauh, seperti pada sektor agrikultur dan kesehatan.
Ri juga menggarisbawahi, hubungan baik Korea Utara dan Indonesia sebenarnya telah dibangun sejak lama. Salah satu momen kedekatan kedua negara adalah ketika presiden pertama Indonesia Sukarno mengunjungi Pyongyang pada November 1964 dan bertemu dengan Kim Il-sung untuk membahas hubungan keduanya.
Tahun berikutnya, di bulan April 1965, giliran Kim Il-sung mengunjungi Indonesia untuk bertemu Sukarno Selain di Jakarta, kedua pemimpin negara juga bertemu di Kebun Raya Bogor.
"Di Bogor Presiden Sukarno memberikan bunga anggrek kepada Presiden Kim Il-sung dan meminta agar bunga itu diberi nama Kimilsungia," ujar Ri.
"Kimilsungia adalah simbol hubungan kedua negara," tandasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: