Di kesempatan terpisah, AS dan Rusia menyepakati perjanjian untuk berbagi informasi intelijen terkait kelompok bersenjata itu.
Presiden AS, Barack Obama, yang Selasa lalu bertemu para menteri pertahanan dari 22 negara, mengungkapkan "sangat prihatin" melihat kemajuan ISIS memenangkan beberapa wilayah di Iran dan Suriah. Obama bersumpah bahwa serangan udara AS akan terus dilancarkan di kedua negara itu, sambil mengatakan bahwa ada juga beberapa keberhasilan dalam mengatasi ISIS seperti di Erbil dan Mosul.
"Ini akan menjadi kampanye jangka panjang," kata Obama, dikutip
Al Jazeera, tanpa mengisyaratkan perubahan strategi militer, terutama dalam melibatkan serangan udara.
"Kami masih dalam tahap awal. Seperti halnya upaya militer, akan ada kemajuan dan periode kemunduran. Yang pasti, koalisi kami bersatu di belakang upaya jangka panjang ini," tambahnya.
Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, bertemu Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, di Paris, untuk membahas perkembangan terbaru di Irak dan Suriah.
Kerry mengatakan, AS telah sepakat untuk mengintensifkan kerjasama intelijen dengan Rusia, terkait perkembangan ISIS dan tantangan kontra-terorisme di wilayah Timur Tengah.
Dia mengatakan, Moskow juga akan berusaha berbuat lebih banyak untuk membantu mengatasi ISIS dan melatih militer Irak.
[ald]
BERITA TERKAIT: