Pemimpin WHO, Margaret Chan, mengatakan, wabah yang telah menewaskan sekitar 4.000 orang di Afrika Barat itu telah menyebabkan krisis bagi perdamaian dan keamanan internasional.
Dalam pidato di sebuah konferensi di Filipina, Chan mengatakan epidemi Ebola ini begitu mengancam untuk pertama kalinya dalam sejarah.
"Aku belum pernah melihatnya mengancam kelangsungan hidup masyarakat dan pemerintah di negara-negara yang sudah sangat miskin seperti ini. Aku belum pernah melihat penyakit menular berkontribusi begitu kuat pada kegagalan negara," katanya, dikutip dari
BBC.
Dia mengatakan, dampak ekonomi dari "rumor dan kepanikan" menyebar lebih cepat daripada virus.
Chan juga mengkritik perusahaan-perusahaan farmasi yang tidak peduli pada Ebola, dan mengutuk industri obat-obatan yang cuma dikendalikan oleh kepentingan laba.
[ald]
BERITA TERKAIT: