Di sela sesi pertemuan dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel, di Berlin, Rabu (17/9), Al Thani menegaskan hal itu sambil mengingatkan Merkel bahwa Qatar sendiri merasa terancam oleh kelompok militan bersenjata.
Pada 20 Agustus lalu, Menteri Pembangunan Jerman, Gerd Mueller, melontarkan tuduhan kepada Qatar dengan menyatakan negara kaya minyak itu adalah "kata kunci" terkait bantuan dana kepada ISIS.
Selain itu, Amerika Serikat juga telah menyatakan keprihatinannya atas tindakan negara-negara Arab, termasuk Kuwait, membantu kelompok bersenjata ISIS yang telah mengambil alih sebagian besar wilayah Irak dan Suriah.
"Apa yang terjadi di Irak dan Suriah adalah ekstremisme dan organisasi tersebut sebagian dibiayai dari luar negeri. Tapi Qatar tidak pernah mendukung dan tidak akan mendukung organisasi teroris," kata Emir saat konferensi pers bersama Kanselir Angela Merkel, dikutip dari
Aljazeera.Menyambut bantahan itu, Merkel mengatakan Al Thani telah meyakinkannya bahwa Qatar sendiri terancam oleh ISIS dan menyatakan perang melawan kelompok itu.
"Tidak ada alasan untuk tidak mempercayai apa yang Emir katakan," ungkap Merkel.
Selama ini Qatar banyak dikecam, termasuk oleh negara-negara tetangganya di Teluk Arab, karena dianggap menggunakan kekayaan minyak dan gas yang luas untuk mendukung kelompok-kelompok bersenjata di Timur Tengah.
Namun, pekan ini Qatar mulai mengatur perihal sumbangan amal untuk mengatasi masalah pendanaan ilegal kepada kelompok teroris. Qatar juga merupakan salah satu dari 10 negara Arab yang sepakat untuk berbuat lebih banyak untuk menghentikan aliran dana dan sumbangan pejuang kepada ISIS.
[ald]
BERITA TERKAIT: