Kementerian Luar Negeri Tiongkok juga mengaku khawatir karena adanya konfirmasi dari kepolisian Filipina soal rencana penyerangan kedutaan besar serta perusahaan Tiongkok di Filipina oleh kelompok kriminal.
"Mengingat bahwa situasi keamanan di Filipina memburuk, layanan konsuler dari kementerian luar negeri meminta warga negara Tiongkok untuk tidak bepergian ke Filipina untuk saat ini," kata pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Jumat (12/9).
Diketahui pada Kamis malam, seorang remaja Tiongkok berusia 18 tahun bernama Li Peizhi yang bekerja di sebuah toko tiba-tiba diculik oleh sekelompok pria bersenjata tak dikenal di provinsi Zamboanga Sibugay, Kabasalan Filipina.
Pria bersenjata itu juga merampas uang sebesar 20 ribu peso dari mesin uang toko tersebut.
Juru bicara kepolisian setempat menyebut, petugas mengejar dan menemukan kendaraan yang digunakan oleh para penculik terbakar di desa yang terletak dua kilometer dari lokasi penculikan.
Walikota George Cainglet menduga, kelompok militan Abu Sayyaf yang juga menculik warga negara Australia Warren Richard Rodwell tahun 2011 lalu kemungkinan terlibat. Namun hingga saat ini belum ada permintaan uang tebusan.
Dikeluarkannya peringatan itu, dikabarkan
Associated Press, semakin memperburuk hubungan kedua negara menyusul sengketa klaim di wilayah Laut China Selatan.
[mel]
BERITA TERKAIT: