Hujan yang mengguyur sejak 31 Agustus lalu telah merusak rumah-rumah warga di Provinsi Sichuan dan Guizhou, serta kota Chongqing.
Kementerian Urusan Sipil Tiongkok (Sabtu, 6/9) melaporkan, sedikitnya 44 orang tewas, dan 18 lainnya dinyatakan hilang akibat banjir. Selain itu, 121.700 orang juga diungsikan ke tempat penampungan sementara.
Banjir juga telah menyebabkan kerusakan besar di perumahan warga dan tanaman. Tercatat, 42 ribu rumah rusak berat tersapu banjir.
Seperti dikutip
Associated Press, akibat banjir ini diperkirakan total kerugian mencapai lebih dari 3,3 miliar Yuan atau senilai 534 juta dolar AS.
[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: