Dubes Djauhari Oratmangun Resmikan Gerai ke-30.000 Luckin Coffee

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Rabu, 11 Februari 2026, 02:19 WIB
Dubes Djauhari Oratmangun Resmikan Gerai ke-30.000 Luckin Coffee
Dubes Djauhari Oratmangun ikut meresmikan gerai Luckin Coffee yang ke-30 ribu di kota Metropolitan Shenzhen, Tiongkok. (Foto: KBRI Beijing)
rmol news logo Dubes Djauhari Oratmangun ikut meresmikan gerai Luckin Coffee yang ke-30 ribu di Kota Metropolitan Shenzhen, Tiongkok, Minggu 8 Februari 2026.

Peresmian dilakukan bersama Chairman Luckin Coffee Li Hui serta CEO sekaligus Co-founder Luckin Coffee China Guo Jinyi. Keterlibatan Dubes RI menunjukkan peran Indonesia dalam rantai pasok produk Luckin Coffee, terutama melalui pemanfaatan santan kelapa asal Indonesia.

Kehadiran Dubes RI menandai kemitraan yang semakin erat antara Indonesia dengan Luckin Coffee, sebagai waralaba gerai kopi terbesar di Tiongkok.

Salah satu produk terlaris Luckin Coffee, sejak mulai dipasarkan pada tahun 2021, adalah "coco latte", yaitu kopi yang menggunakan santan kelapa asal Indonesia.

Dari data penjualan Luckin Coffee, coco latte berhasil terjual lebih dari 1,4 miliar cangkir pada tahun 2025 lalu.

“Yang membuat Luckin Coffee Istimewa bagi saya adalah cita rasa Indonesia yang hadir dalam setiap seruputan coco latte,” kata Dubes Djauhari dalam keterangan resminya, dikutip Rabu 11 Februari 2026.

Untuk memperkuat kemitraan pasokan kelapa dari Indonesia, pada Maret 2025 lalu, Luckin Coffee juga telah mulai bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, sebagai salah satu pemasok kelapa terbesar untuk Luckin Coffee.

Selain menggunakan biji kopi lokal, Luckin Coffee juga mengimpor biji kopi terbaik yang berasal dari Indonesia, Brazil, Colombia dan Ethiopia.

Djauhari menegaskan bahwa pasokan kelapa Indonesia untuk produk populer coco latte di Tiongkok bukan hanya menjadi bagian dari penguatan kerja sama perdagangan dan investasi bilateral, tetapi juga sebagai simbol pertemuan budaya kedua negara.

Karena melalui secangkir kopi, santan -- yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia -- sekarang turut menjadi bagian dari keseharian masyarakat Tiongkok.

Indonesia diketahui merupakan salah satu penghasil kopi dan kelapa terbesar di dunia. Menurut data Kepabeanan Tiongkok (GACC), pada tahun 2025, ekspor kopi Indonesia di Tiongkok meningkat secara signifikan.

Sementara ekspor kelapa Indonesia ke Tiongkok pada tahun 2025 mencapai lebih dari 245 juta dolar AS.

Sebagai waralaba gerai kopi terbesar di Tiongkok, Luckin Coffee telah melakukan ekspansi usaha ke Singapura (60an gerai) Malaysia (40an gerai), dan telah membuka gerai pertama di kota New York AS musim panas 2025.

Luckin Coffee menargetkan untuk membuka gerai ke 40.000 pada tahun ini juga. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA