"(Serta) bersama-sama dengan badan itu menciptakan kelompok Negara Islam (ISIS) yang saat ini menguasai sebagian besar wilayah penting Irak dan juga dilaporkan menduduki sepertiga Suriah," kata Castro dalam sebuah kolom yang dipublikasikan oleh kantor berita Kuba dan dikabarkan ulang oleh
Russia Today hari ini (Selasa, 2/8).
Dalam kolom yang sama, Castro juga melontarkan pernyataan sinisme lainnya terhadap kebijakan-kebijakan Barat yang dinilai imperialis.
Castro menekankan, Kuba akan terus melawan Amerika Serikat kendati perekonomian negaranya mengalami kendala akibat embargo Amerika Serikat.
"Ketika Uni Soviet hancur dan menghilang dari lanskap sosialis, kami terus menolak dan bersama-sama negara dan orang-orang revolusioner, kami terus menjalankan independen kami," kata Castro.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: