Keputusan yang dikeluarkan oleh Departemen Militer Israel yang menangani urusan sipil pada Minggu (31/8) itu akan mengambil alih lahan di dekat pemukiman Yahudi Etzion uantuk dijadikan pemukiman baru yang disebut Gvaot.
Menurut Israel, hal itu dilakukan sebagai bentuk balasan atas penculikan dan pembunuhan tiga remaja Yahudi di daerah tersebut pada Juni lalu.
Pembangunan pemukiman Israel di tanah Palestina telah lama dinilai sebagai pelanggaran internasional.
Seorang pejabat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, dikutip
CNN, langkah Israel itu kontraproduktif dengan tujuan Israel untuk mencari dua solusi dua negara yang dinegosiasikan dengan Palestina.
Palestina sendiri telah lama memperjuangkan tanahnya yang direbut oleh Israel sejak tahun 1967. Sejak sata itu, Israel kerap memperluas wilayahnya dengan mendirikan pemukiman-pemukiman di tanah Palestina, termasuk di wilayah Yerusalem Timur.
[mel]
BERITA TERKAIT: