Menurut keterangan dari pasukan pertahanan Israel Peter Lerner, wilayah itu berhasil direbut setelah terjadi pertempuran antara pasukan suriah dan kelompok pemberontak. Pertempuran itu juga turut melukai seorang perwira Israel.
CNN mengabarkan, di sekitar lokasi pertempuran, terlihat asap mengepul dan sejumlah bunyi tembakan.
Menurut seorang aktivis di lokasi Shamil al-Jolani, sejumlah militan berhasil mencapai wilayah perbatasan sekalipun pesawat tempur Suriah terus berupaya menghadang. Namun karena ada perjanjian dengan Israel, pasukan Suriah tidak dapat membom pasukan di wilayah tersebut.
Pendudukan wilayah perbatasan Quneitra selain menjadi dinamika baru dalam perang Suriah juga membawa ancaman baru perluasan konflik regional.
Israel diketahui mengambil alih kendali dari Dataran Tinggi Golan dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967 lalu. Israel juga berjuang dengan Suriah pada tahun 1973 untuk merebut kembali wilayah itu.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: