Gencatan senjata terbaru ini sebenarnya belum diibangi dengan kesepakatan jangka panjang kedua belah pihak akan isu-isu tertentu.
Namun menurut keterangan dari pemerintah Mesir yang bertindak sebagai mediator negosiasi, Israel telah sepakat untuk meringankan blokade di Gaza, membuka jalur perbatasan agar bantuan kemanusiaan asing dapat lebih banyak masuk, dan memperpanjang batasan nelayan di wilayah perairan hingga sepanjang enam mil.
Selain itu, kedua belah pihak juga disebut sepakat mengirimkan kembali perwakilannya untuk menggelar negosiasi di Kairo.
"Kami berharap kali ini gencatan senjata akan melekat," kata juru bicara pemerintah Israel, Mark Regev.
"Pada akhirnya, begitu banyak pertumpahan darah bisa dihindari," tambahnya
Di Gaza sendiri, dikabarkan
CNN, gencatan senjata yang diumumkan pada Selasa (26/8) disambut dengan perayaan dan suka cita warganya.
"Ini hari kemenangan bagi rakyat kita," kata jurubicara Hamas Fawhi sambil memuji ketabahan dan perlawanan warga Gaza selama ini.
Sementara itu Presiden Palestina dari Tepi Barat ikut menyambut gencayan senjata itu dan berterimakasih atas bantuan Mesir serta negara-negara lainnya.
Seorang pejabat Israel yang tak disebutkan namanya menyebut bahwa pihaknya hanya memliki dua alternatif yakni apakah mengokupasi Gaza dan menghancurkan Hamas, atau menggelar gencatan senjata
"Sekali kita mengokupasi Gaza, kita menekankan kondisi yang sama yang berakhir dengan permusuhan tahun 2012 lalu," sebutnya.
Konflik Israel dan kelompok Hamas di Gaza Palestina diketahui telah dilancarkan sejak lebih dari lima pekan terakhir. Sejak saat itu, sejumlah upaya gencatan senjata dan negosiasi damai dilakukan. Namun hingga saat ini belum juga ditemukan solusi yang konkrit. Gencatan senjata terbaru yang tak memiliki batasan waktu ini diharapkan dapat mempermudah upaya Palestina mencari perdamaian bagi Gaza.
[mel]
BERITA TERKAIT: